Rabu, 15 Agustus 2018

Pengertian, Konsep, Definisi Pemasaran

PENGERTIAN, KONSEP, DEFINISI PEMASARAN DAN MANAJEMEN PEMASARAN

Pengertian Pemasaran

Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :
  1. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
  2. MenurutPhilip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
  3. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
  4. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.
Konsep Pemasaran


Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.

Manajemen Pemasaran


Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.
Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.
Kesimpulan :
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai.


MACAM-MACAM KONSEP PEMASARAN

Konsep Pemasaran


Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara:
  1. Temukan keinginan pasar dan penuhilah.
  2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat.
  3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda.
  4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king)
  5. Andalah yang menentukan (United Airlines)
  6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney).
Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.
Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.
Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik
Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
Konsep pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
Konsep Pemasaran Global
Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.


SISTEM PEMASARAN

Pengertian Sistem Pemasaran


Sistem adalah sekolompok item atau bagian-bagia yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya..
Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup :
  1. Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran.
  2. Produk, jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan.
  3. Target pasar.
  4. Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan).
  5. Kendala lingkungan (environmental constraints).
Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem pemasaran serupa dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara terpisah, tetapi pada waktu dipertemukan secara tepat.
  1. Macam – Macam Sistem Pemasaran
  2. Sistem pemasaran dengan saluran vertikal
Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan.
Tujuan :
  • Mengendalikan perilaku saluran
  • Mencegah perselisihan antara anggota saluran
  1. Sistem pemasaran dengan saluran horizontal
Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.
  1. Sistem pemasaran dengan saluran ganda
Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.
  1. Lingkungan Sebuah Sistem Pemasaran
  2. Lingkungan makro ekstern.
Lingkungan makro tersebut ialah:
  1. Demografi (kependudukan).
  2. Kondisi ekonomi.
  3. Teknologi.
  4. Kekuatan sosial dan budaya.
  5. Kekuatan politik dan legal.
  6. Persaingan.
  7. Lingkungan mikro eksternal
  8. Pasar (market)
  9. Pemasok
  10. Pialang (marketing intermediaries)
  11. Lingkungan Non- – Pemasaran Intern
Kekuatan non – pemasaran lainnya adalah lokasi perusahaan, ketangguhan bagian penelitian dan pengembangan. Kekuatan intern bersifat menyatu (interest) dalam organisasi dan dikendalikan oleh manajemen.

STRATEGI PEMASARAN

Pengertian Strategi Pemasaran


Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :
  1. Daur hidup produk
Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
  1. Posisi persaingan perusahaan di pasar
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.
  1. Situasi ekonomi
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

Macam-Macam Strategi Pemasaran


macam strategi pemasaran diantaranya:
  1. Strategi kebutuhan primer
Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu:
  1. Menambah jumlah pemakai dan
  2. Meningkatkan jumlah pembeli.
  3. Strategi Kebutuhan Selektif
Yaitu dengan cara :
  1. Mempertahankan pelanggan misalnya:
  2. Memelihara kepuasan pelanggan;
  3. Menyederhanakan proses pembelian;
  4. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk;
  5. Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier)
  6. Mengambil posisi berhadapan (head – to heas positioning)
  7. Mengambil posisi berbeda (differentiated positin)
Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu:
  1. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai.
  2. Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian.
  3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.
  4. Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru.
Segmentasi Pasar


Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau segmentasi pasar bisa diartikan segmentasi pasar adalah proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia perbedaan antara pembeli di pasar.

Dasar-dasar dalam penetapan Segmentasi Pasar


Dalam penetapan segmentasi pasar ada beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu:
  1. Dasar – dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen
  2. Variabel geografi, diantaranya : wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.
  3. Variabel demografi, diantaranya : umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll
  4. Variabel psikologis, diantaranya :kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
  5. Variabel perilaku pembeli, diantaranya : manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk.
  6. Dasar – dasar segmentasi pada pasar industri
  7. Tahap 1: menetapkan segmentasi makro, yaitu pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan.
  8. Tahap 2: yaitu sikap terhadap penjual, ciri – ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.
Syarat segmentasi Pasar


Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif yaitu :
  • Dapat diukur
  • Dapat dicapai
  • Cukup besar atau cukup menguntungkan
  • Dapat dibedakan
  • Dapat dilaksanakan
Tingkat Segmentasi Pasar


Karena pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda.
Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen.
Pemasaran segmen
Pemasarn segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.
Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub group didalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu group yang didefiniskan dengan lebih sempit.
Pemasaran mikro
Praktek penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.

Manfaat Segmentasi Pasar


Sedangakan manfaat dari segmentasi pasar adalah:
  1. Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan- kesempatan pemasaran.
  2. Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.
  3. Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya
Menentukan Pasar Sasaran


Langkah-langkah dalam menetukan pasar sasaran yaitu :
  1. Langkah pertama
Menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada
  1. Langkah kedua
Mencatat hasil penjualan tahun lalu dan memperkirakan untuk tahun yangakan datang.


PERILAKU KONSUMEN

Pengertian Perilaku Konsumen


Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen


Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
Faktor kebudayaan
Faktor kebudayaan meliputi :
  1. Budaya :faktor-faktor budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen. Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku seseorang.
  2. Subbudaya :setiap kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan daerah gegrafis.
  3. Kelas sosial :hampir setiap masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama.
Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri.
Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap.

Proses Pengambilan Keputusan Pembeli

Proses Pengambilan Keputusan Pembeli Terhadap produk Baru
Sebuah produk baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh pembeli potensial. Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada, disini konsumen dapat membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya. Proses adopsi adalah proses mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan pertama sampai pada penerimaan / adopsi final.
Tahap-tahap proses adopsi:
  1. Sadar: konsumen menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya.
  2. Tertarik: konsumen akan menjadoi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru.
  3. Evalusi: konsumen harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau tidak untuk dikonsumsi.
  4. Mencoba: konsumen mencoba produk baru tersebut dalam skala kecil untuk meningkatkan perkiraan nilai produk tersebut.
  5. Adopsi: konsumen memutuskan secara penuh dan teratur menggunakan produk baru tersebut.
  6. Tipe-Tipe Perilaku Membeli
Ada empat tipe perilaku membeli, yaitu :

Perilaku pembelian yang kompleks

Disini konsumen mengakui keterikatan yang tinggi dalam proses pembeliannya, harga produk tinggi, jarang dibeli, memiliki resiko yang tinggi. Perilaku konsumen melalui proses tiga langkah, yaitu: pertama, mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut. Kedua, membangun sikap, dan ketiga melakukan pilihan.

Perilaku pembelian yang mengurangi ketidakefisienan

Disini konsumen mengalami keterlibatan tinggi akan tetapi melihat sedikit perbedaan, diantara merek-merek. Konsumen mengunjungi beberapa tempat untuk mencari yang lebih cocok.

Perilaku pembelian karena kebiasaan

Disini konsumen rendah sekali dalam proses pembelian karena tidak ada perbedaan nyata diantara berbagai merek dan harga barang relatif rendah

Perilaku pembelian yang mencari keragaman

Disini keterlibatan konsumen yang rendah akan dihadapkan pada berbagai pemilihan merek.

Tahap-Tahap Proses Membeli

Tahap-tahap dalam proses membeli meliputi :

Pengenalan kebutuhan/masalah

Disini orang yang akan memasarkan produk meneliti mengenai apa yang dibutuhkan, apa yang menyebabkan semua itu muncul dan mengapa seseorang membutuhkan sesuatu. Seorang pemasar akan mengenalkan pada konsumen agar lebih tertarik.

Pencarian informasi

Sumber informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok, yaitu :
  1. Sumber pribadi, meliputi: keluarga, teman-teman, tetangga, dan kenalan.
  2. Sumber niaga, meliputi : periklanan, petugas penjualan, penjual kemasan dan pemajangan.
  3. Sumber umum, meliputi : media massa dan organisasi konsumen.
  4. Sumber pengalaman, meliputi: pernah menangani, menguji, dan mempergunakan produk.
  5. Pencarian alternatif
Terdapat lima konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen, yaitu :
  1. Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan perhatian konsumen terhadap produk atau jasa tersebut.
  2. Pemasar lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri produk daripada penonjolan Ciri-ciri produk.
  3. Kepercayaan konsumen terhadap ciri merek yang menonjol
  4. Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharapkan kepuasan yang diperoleh dari produk dengan tingkat alternatif yang berbeda-beda setiap hari
  5. Bagaimana prosedur penilaian yang dilakukan konsumen dari sekian banyak ciri-ciri barang.
Keputusan membeli

Ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengambil keputusan untuk membeli, yaitu :
  1. Sikap orang lain : keputusan membeli itu banyak dipengaruhi oleh teman-teman, tetangga, atau siapa saja yang dipercayai
  2. Faktor-faktor situasi yang tidak terduga : seperti faktor harga pendapatan

Jumat, 13 Juli 2018

Komunikasi Bisnis

Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis

Pengertian  dan cakupan :


Bisnis adalah kegiatan system ekonomi yang diarahkan pada manajemen dan distribusi hasil industry dan jasa professional, yang mendatangkan keuntungan.
Komunikasi adalah sebagai transfer informasi atau pesan-pesan (messages) dari pengirim pesan (komunikator) kepada penerima (komunikan). Dengan catatan bahwa proses tersebut bertujuan mencapai saling pengertian (mutual understanding)
Keberhasilan komunikasi yang efektif sangat ditentukan oleh seberapa besar kesamaan pengertian yang berhasil dibangun bersama(sharing). Semakin luas overlap “saling pengertian” tercipta, semakin berhasil suatu proses komunikasi mencapai sasarannya.

Unsur – unsur dalam komunikasi bisnis
  1. Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkansebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi
  2. Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lbih yakni komunikator dan komunikan.
  3. Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
  4. Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
  5. Meggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
  6. Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.
Bentuk – Bentuk Dasar Dalam Komunikasi Bisnis


Ada dua bentuk dasar komunikasi yang lazim digunakan dalam dunia bisnis, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal, yang dapat kita uraikandibawah ini.

Komunikasi Verbal

Diambil dari kata dasarnya, verbal berarti secara lisan (bukan tertulis), sedangkan komunikasi verbal itu sendiri adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Dalam dunia Bisnis komunikasi verbal dalam dunia bisnis merupakan salah satu bentuk komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis baik kepada pihak lain baik secara tertulis maupun secara lisan dengan struktur dan terorganisasi dengan baik, sehingga tujuan penyampaian pesan-pesan bisnis dapat tercapai dengan baik. Dalam dunis bisnis komunikasi verbal dapat diwujudkan dalam pembuatan dan pengiriman surat, pemberian informasi kepada pelanggan, diskusi dalam tim, wawan cara kerja, presentasi proposal dan masih banyak yang lain. Dalam perwujutannya komunikasi verbal mengalami keterbasan bahasa sebagai berikut :
  1. Ketertbasatasan kata yang tersedia untuk mewakili obyek, misalnya pada obyek orang, benda, sifat, perasaan, obyek tersebut tidak semuanya tersedia dalam penyampaian dengan menggunakan basaha verbal, jika itu dituangkan dalam komunikasi verbal cenderung bersifat parsial, tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya terjadi, seperti pengungkapan baik-buruk, kaya-miskin, pintar-bodoh dan lainnya.
  2. Kata-kata yang bersifat ambigu dan kontekstual, dimana pengungkapan kata-kata merepresentasikan persepsi dan interprestasi dari orang-orang yang berbeda, menganut latar belakang sosial budaya yang berbeda pula, misalkan pada kataberat, dimana kata ini memiliki banyak arti seperti, tubuh orang itu berat, pak guru memberikan sanksi yang berat, ujian nasional ini terasa berat .
  3. Kata-kata mengandung bias budaya, dimana suatu kata pada daerah tertentu memiliki arti yang berbeda pula pada daerah/budaya tertentu, misalkan awak, dalam bahasa minang berarti saya/kita, namun jika berhadapan dengan orang palembang memiliki arti berbeda, yaitu kamu.
  4. Percampuran fakta, penafsiran dan penilaian, dalam perdakapan sering mencampurkan fakta, penafsiran dan penilaian, yang menyebankan kekeliruan persepsi pada suatu kalimat.
Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Secara teoritis komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal dapat dipisahkan. Namun dalam kenyataannya, kedua jenis komunikasi ini saling jalin menjalin, saling melengkapi dalam komunikasi yang kita lakukan sehari-hari, dalam dunis bisnis perwujudan komunikasi nonverbal dapat dicontohkan mengkerutkan dahi, tersenyum, tertawa menutup mulut, membuang muka, dimana disesuaikan dengan maksud yang akan disampaikan kepada lawan bicara/penerima komunikasi.

Dalam perwujudannya komunikasi nonverbal memiliki sifat yang kurang terstruktur, sehingga menjadikan komunikasi nonverbal sulit untuk dipelajari, seperti halnya seseorang meminta bawahannya untuk mengambilkan buku di meja kerjanya yang berwarna merah, bagai mana mengaplikasikannya??? pastilah mengalami kesulitan. Komunikasi nonverbal juga lebih bersifat spontan dibandingkan dengan komunikasi verbal.

Bisnis Dalam Pandangan Komunikasi


Dalam konsep dan azas komunikasi modern yang lebih menekankan pada kebutuhan komunikan dan kesiapan dari komunikan dalam proses komunikasi, hal ini lebih pentinga dari fungsi pesan dan tujuan dari komunikator, ini disebabkan oleh prinsip – prinsip yang lebih modern yang lebih mempertimbangkan dan memperhitungkan pada peluang dari pada produksinya. Walaupun konsep permintaan berkaitan dengan konsep permintaan (Anda dapat mempelajari ekonomi mikro), tetapi dalam kenyataan di pasar tidak secara otomatis jika pada saat kelebihan barang dan jasa secara langsung akan membuat pasar menjadi jenuh atau sebaliknya dengan kelangkaan barang dan jasa akan menyebabkan timbulnya suatu
peluang pasar, mengapa demikian, hal ini disebabkan oleh :
  1. Secara realita psikologis suatu kebutuhan dapat diciptakan.
Kebutuhan akan barang secara individual, dalam kontek ini peluang pasar dapat di buat dengan mekanisme komunikasi secara berkesinambungan dengan membentuk nilai – nilai social, preferensi dan fungsi.
  1. Peluang pasar ditentukan oleh citra, kebutuhan dan perilaku konsumen tentang barang dan jasa. Jika suatu produk dapat menyakinkan konsumen dalam hal kredibilitas, memiliki fungsi, ada jaminan keamanan dan memiliki keunggulan lain, maka peluang pasar akan terbentuk.
Secara umum selalu timbul permasalahan dimana konsumen – pasar tidak mengetahui informasi dan keberadaa barang dan jasa di pasar, yang disebabkan umumnya kurang baik dan kurang memadai dalam menjalankan strategi komunikasi. Hal ini harus dikembangkan strategi komunikasi yang baik dan efektif ke pasar, yaitu dengan menjalankan promosi, seperti :
  1. Kegiatan hubungan antar manusia
  2.  Kegiatan hubungan masyarakat
  3.  Kegiatan advertensi atau iklan
  4.  Kegiatan promosi melalui media elektronik
  5.  Kegiatan promosi dan penjualan melalui media internet
  6.  Mengembangkan system informasi perusahaan
  7. Mengembangkan keahlian komunikator dalam bisnis

Kamis, 07 Juni 2018

Perhitungan Biaya Hidup

Perhitungan Biaya Hidup

Latar Belakang


Pada 1968, George Best, European Footballer of the Year termuda dan pemenang the European Cup bersama Manchester United pada tahun yang sama, memperoleh 150 pound Inggris per minggu atau sekitar 293 dolar AS. Pada yang sama, George Best dianggap sebagai bintang dan orang yang berpenghasilan baik jika dibandingkan dengan pemain – pemain sepak bola profesonal sesamanya.
Kini, pemain bola rata – rata di Liga Premier Inggris memperoleh pendapatan jauh lebih banyak daripada yang diperoleh George Best pada 1968. Ryan Giggs, yang sekarang ini merupakan pemain yang paling lama bermain di Manchester United dan yang juga memenangkan the European Cup bersama MU pada 1999, memperoleh pendapatan sebesar 75.000 pound (US$38.462) pada 2004 atau 131 kali lebih banyak dari yang diperoleh George Best pada 1968. Pada awalnya, fakta ini mungkin membuat kita berfikir bahwa sepak bola telah menjadi semakin menguntungkan selama empat decade terakhir. Namun, sebagaimana yang diketahui oleh semua orang, harga – harga barang dan jasa juga telah naik selama ini. Pada 1968, harga karcis minimum untuk menonton tim kesayangan kita di Liga Sepak Bola Inggris kira – kira sebesar satu dolar AS. Untuk menonton Manchester United, kita sekarang harus membayar antara 59 dan 98 dolar AS. Karena harga – harga jauh lebih rendah pada era George Best daripada harga – harga pada masa kita sekarang, tidaklah jelas apakah George Best mengalami standar hidup yang lebih tinggi ataukah lebih rendah dibandingkan dengan pemain – pemain bola hari ini.
Sebelumnya, kita telah melihat bagaimana pakar ekonomi menggunakan Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product—GNP) untuk mengukur jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh perekonomIan. Pada bab ini pakar ekonomi mengkaji bagaimana mengukur keseluruhan biaya hidup. Untuk membandingkan upah George Best sebesar US$975 dengan upah – upah yang diterima pada masa sekarang ini, kita perlu mencari semacam cara untuk menjadikan angka – angka ini menjadi ukuran daya beli yang bermakna. Ini adalah pekerjaan ahli statistic yang disebut dengan indeks harga konsumsi(IHK – consumer price index, [CPI’]). Setelah melihat bagaimana indeks harga konsumen dibentuk, kita akan membahas bagaimana kita dapat menggunakan indeks harga ini untuk membandingkan angka dolar dari masa – masa waktu yang berbeda.
Indeks harga konsumen digunakan untuk mengamati perubahan dalam biaya hidup sepanjang waktu. Ketika indeks harga konsumen naik, keluarga biasa harus menghabiskan pengeluaran yang lebih banyak untuk menjaga standar hidup yang sama. Pakar ekonomi menggunakan istilah inflasi untuk menggambarkan istilah  situasi saat tingkat harga perekonomian secara keseluruhan meningkat. Laju inflasi adalah perubahan persentase pada tingkat harga dari periode sebelumnya.

Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian dari Indeks Harga Konsumen ?
  2. Bagaimana masalah – masalah dalam perhitungan biaya hidup ?
  3. Bagaimana perbedaan deflator PDB versus Indeks Hrga Konsumsi ?
  4. Bagaimana nilai uang dari waktu ke waktu ?
  5. Apa pengertian dari indeksasi ?
  6. Apa perbedaan dari bunga nominal dan bunga riil ?
Tujuan
  1. Untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Teori Ekonomi, di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuaan, Universitas Sebelas Maret.
  2. Untuk menegtahui pengertian dari Indeks Harga Konsumen
  3. Untuk mengetahui masalah – masalah dalam perhitungan biaya hidup
  4. Untuk mengetahui perbedaan deflator PDB versus Indeks Hrga Konsumsi
  5. Untuk mengetahui nilai uang dari waktu ke waktu
  6. Untuk mengetahui pengertian dari indeksasi
  7. Untuk mengetahui perbedaan dari bunga nominal dan bunga riil

Indeks Harga Konsumen


Indeks Harga Konsumen (IHK – consumer price index [CPI]) adalah ukuran biaya keseluruhan barang dan jasa yang dibeli konsumen. Ahli statistik pemerintah secara rutin menghitung dabn melaporkan indeks harga konsumen. Pada bagian ini, kita akan membahas begaimana indeks harga konsumen dihitung dan permasalahan – permasalahan apa yang muncul dalam pengukurannya.
Bagaimana Menghitung Indeks Harga Konsumen
Ketika menghitung indeks harga konsumen dan laju inflasi, Departemen Statistika menggunakan data tentang harga - harga barang dan jasa. Untuk melihat dengan tepat bagaimana statistika ini dibangun, kita lihat sebuah ekonomi sederhana dimana konsumen hanya membeli dua barang – soto dan mie ayam. Dolar AS digunakan untuk membandingkan harga.
  1. Tentukan isi  keranjangnya, Langkah pertama dalam menghitung indeks harga konsumen adalah menentukan harga – harga mana yang paling penting bagi konsumen tertentu. Jika konsumen tersebut membeli lebih banyak soto daripada mie ayam maka harga soto lebih lebih penting daripada harga mie ayam, sehingga harus diberikan bobot dalam biaya hidup.
  2. Tentukan harga – harganya. Langkah kedua dalam menghitung indeks harga konsumen adalah menemukan harga setiap harga barang dan jasa dalam keranjang untuk setiap masa waktu.
  3. Menghitung harga seluruh isi keranjang, Langkah ketiga adalah menggunakan data harga – harga untuk menghitung jumlah harga keseluruhan isi keranjang barang dan jasa dari waktu ke waktu.
  4. Memilih tahun basis dan menghitung indeksnya. Langkah keempat adalah memilih satu tahun sebagai tahun basis yang merupakan tolak ukur yang menjadi bandingan tahun – tahun lainnya. Untuk menghitung indeksnya, harga keranjang barang dan jasa untuk setiap tahun dibagi dengan harga keranjang pada tahun basis. Perbandingan ini kemudian dikalikan 100. Angka hasilnya adalah indeks harga konsumen.
  5. Menghitung laju inflasi. Langkah keliama dan langkah terakhir adalah menggunakan indeks harga konsumen untuk menhitung laju inflasi (inflation rate) yang merupakan perubahan persentase pada indeks harga dari periode sebelumnya, yaitu laju inflasi antara dua tahun yang berurutan dihitung sebagai berikut :
Laju inflasi pada tahun ke 2 =  x 100
Tabel ini menunjukkan bagaimana dalam menghitung indeks harga konsumen dan laju inflasi untuk perekonomian dimana konsumen hanya membeli soto dan mie ayam

Langkah 1 : Menyurvei Konsumen untuk Menentukan Keranjang Tetap Harga

5 Soto, 3 Mie Ayam

Langkah 2 : Mnecari Harga Setiap Barang pada Setiap Tahun

Tahun                                Harga Soto                         Harga Mie Ayam
2011                                       1                                              2
2012                                       2                                              3
2013                                       3                                              4

Langkah 3 : Menghitung Biaya Keranjang Barang pada Setiap Tahun

2011   ($1 porsi soto x 5 porsi soto) + ($2 porsi mie ayam x 3 porsi mie ayam) = $11
2012   ($2 porsi soto x 5 porsi soto) + ($3 porsi mie ayam x 3 porsi mie ayam) = $19
2013   ($3 porsi soto x 5 porsi soto) + ($4 porsi mie ayam x 3 porsi mie ayam) =$27

Langkah 4 : Memilih Satu Tahun sebagai Tahun Basis (2011) dan Menghitung Indeks Harga Konsumen pada Setiap Tahun

2011   ($11/$11) x 100 = 100
2012   ($19/$11) x 100 = 172,72
2013   ($27/$11) x 100 = 245,45

Langkah 5 : Menggunakan Indeks Harga Konsumen untuk Menghitung Laju Inflasi dari Tahun Sebelumnya

2012   (172,71 – 100)/100X100 = 72,71%
2013   (245,45 – 172,71)/172,71X100 = 42,11%

Masalah – masalah dalam Perhitungan Biaya Hidup


Target dari indeks harga konsumen adalah mengukur perubahan – perubahan pada biaya hidup. Dengan kata lain , indeks harga konsumen mencoba untuk mengukur berapa banyak penghasilan yang harus dinaikkan guna memelihara standar hidup yang konstan. Namun, indeks harga konsumen bukanlah ukuran biaya hidup yang sempurna. Tiga permasalahan dengan indeks sudah diketahui dengan luas tetapi masih sulit dipecahkan.
Permasalahan pertama disebut dengan bias subtitusi. Ketika harga – harga berubah dari satu tahun ke tahun yang lain, harga – harga tersebut tidak berubah secara seimbang. Ada harga yang naik lebih tinggi dari harga – harga lainnya. Konsumen merespon perubahan harga yang berbeda ini dengan membeli lebih sedikit barang – barang yang harganya naik tinggi dan membeli barang – barang yang harganya naik sedikit bahkan yang harganya mungkin turun. Dengan kata lain, konsumen beralih pada barang – barang yang relative tidak mahal. Jika indeks harga dihitung dengan mengasumsikan keranjang harga tetap, indeks harga ini menghilangkan kemungkinan subtitusi (atau penggantian) yang dilakukan oleh konsumen sehingga terlalu melebih – lebihkan kenaikan biaya hidup dari satu tahun ke tahun berikutnya.
Anggaplah bahwa dalam tahun basis, mangga lebih murah daripada nanas. Akibatnya konsumen membeli lebih banyak mangga daripada nanas. Ketika Departemen Statistika menyusun keranjang barang, departemen ini akan menyertakan lebih banyak mangga daripada nans. Anggaplah nanas lebih murah daripada mangga. Konsumen secara otomatis akan merespons perubahan harga ini dengan membeli lebih banyak nanas dan lebih sedikit mangga. Namun, ketika menghitung indeks harga konsumen, para ahli statistika menggunakan keranjang tetap yang esensinya mengasumsi bahwa konsumen akan terus membeli mangga yang sekarang sedang mahal dalam jumlah yang sama sebagaimana sebelumya. Karena alas an ini, indeks ini akan mengukur kenaikan yang jauh lebih besar pada biaya hidup daripada yang sebenarnya dialami oleh para konsumen.
Permasalahan kedua dengan indeks harga konsumen adalah munculnya batrang – barang yang baru. Ketika barang baru diperkenalkan, para konsumen memiliki varietas lebih banyak yang dapat mereka pilih. Ragam produk yang lebih besar, pada gilirannya, akan membuat uang lebih bernilai, sehingga konsumen membutuhkan uang lebih sedikit untuk memelihara standar hidup yang ada. Namun, karena indeks harga konsumen didasarkan pada keranjang tetap barang dan jasa, indeks harga konsumen tidak mencerminkan perubahan pada daya beli uang ini.
Contoh , ketika telepon genggam diperkenalkan, konsumen dapat menelpon keluarga dan teman. Jika dibandingkan dengan menelpon dari telepon umum , menelpon keluarga dan teman dari telepon genggam lebih nyaman dan biayanya lebih murah. Indeks biaya hidup yang sempurna akan mencerminkan pengenalan telepon genggam dengan penurunan biaya hidup. Namun, indeks harga konsumen tidak berkurang dalam responnya terhadap pengenalan telepon genggam. Pada akhirnya, para ahli statistika membalikkan keranjang barang untuk menyertakan telepon genggam. Indeks ini kemudian mencerminkan perubahan pada harga telepon genggam. Namun, pengurangan pada biaya hidup yang berhubungan dengan pengenalan awal telepon genggam tidak pernah muncul dalam indeks.
Permasalahan ketiga dengan indeks harga konsumen adalah perubahan kualitas yang tidak terukur. Jika kualitas barang memburuk dari satu tahu ke tahun berikutnya, nilai uang jatuh, bahkan jika harga barang tetap sama. Begitu pun juga, jika kualitas naik dari satu tahun ke tahun berikutnya, nilai uang akan naik. Pakar statistika membuat penjelasan untuk perubahan kualitas ini sebisa mungkin. Ketiak kualitas barang di keranjang beruba, misalnya ketika sebuah model mobil memiliki tenaga kuda lebih besar atau mengkonsumsi bensin lebih hemat dari satu tahun ke tahun berikutnya. Pakar statistika akan menyesuaikan harga barang untuk menjelaskan perubahan kualitas. Pada dasarnya, pakar statistika mencoba untuk menghitung harga keranjang barang yang kualitasnya konstan. Meskipun usaha yang dilakukan pakar statistik sudah sangat besar, perubahan – perubahan pada kualitas masihlah merupakan masalah karena kualitas sangat sulit diukur.
Masih banyak perdebatan antara para pakar ekonomi tentang seberapa besar permasalahan pengukuran ini dan apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya. Beberapa ekonom meyakini bahwa harga indeks harga konsumen mungkin terlalu melebihkan inflasi setidaknya dengan 1 poin persentase setiap tahunnya. Dalam merespon kritik ini, para ahli statistik telah menerapkan beberapa perubahan teknis untuk memperbaiki IHK, banyak ekonom yang meyakini bawa bias ini sekarang hanya sekitar setengah dare persentase sebelumnya. Persoalan ini penting karena banyak program pemerintah menggunakan indeks harga konsumen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tingkat harga keseluruhan.

Deflator PDB versus Indeks Harga Konsumen


Deflator PDB adalah perbandingan PDB nominal dengan PDB sebenarnya. Karena PDB nominal adalah hasil saat ini yang dinilai pada harga saat ini dan PDB sebenarnya adalah hasil saat ini yang dinilai pada harga tahun basis, deflator  PDB mencerminkan tingkat harga saat ini yang berhubungan dengan tingkat harga pada tahun basis.
Pakar ekonomi dan pemangku kebijakan mengawasi deflator PDB dan indeks harga konsumen untuk mengukur seberapa cepat harga naik. Biasanya, kedua statistika ini menunjukkan hal yang sama. Namun, ada dua perbedaan penting yang dapat membuat keduanya berbeda.
Perbedaan pertama adalah deflator PDB mencerminkan harga semua barang dan jasa yang diproduksi didalam negeri, sedangkan indeks harga konsumen mencerminkan harga semua barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen. Misalnya, anggaplah bahwa kendaraan lapis baja yang diproduksi oleh pemanufaktur local dan dijual ke angkatan bersenjata harganya naik. Meskipun kendaraan ini adalah bagian dari PDB, kendaraan ini bukanlah bagian dari keranjang barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen biasa. Oleh karena itu, kenaikan harga ini muncul di deflator PDB, tetapi bukan di indeks harga konsumen.
Perbedaan pertama antara indeks harga konsumen dan deflator PDB akan terasa pentingnya ketika harga minyak berubah dan suatu Negara benar – benar tergantung pada minyak impor untuk memenuhi kebutuhan energinya. Akibatnya, minyak dan produk miyak seperti bensin dan minyak terdiri atas bagian belanja konsumen yang jauh lebih besar daripada bagian PDB. Ketiak harga minyak naik, indeks harga konsumen naik lebih banyak daripada deflator PDB.
Perbedaan kedua dan yang lebih tidak kentara antara deflator PDB dan indeks harga konsumen berhubungan dengan bagaimana beragam harga ketimbang untuk menghasilakan sebuah angka untuk tingkat harga keseluruhan. Indeks harga konsumen membandingkan harga keranjanag tetap barang dan jasa dengan harga harga keranjang pada tahun basis. Para ahli statisrik hanya sesekali saja mengubah keranjang barang ini. Sebaliknya, deflator PDB membandingkan harga barang dan jasa yang sekarang ini diproduksi dengan harga barang dan jasa yang sama pada taun basis. Oleh karena itu, kelompik barang dan jasa yang digunakan untuk menghitung deflator PDB berubah secara otomatis sepanjang waktu. Perbedaanya tidak penting ketika semua harga berubah dalam jumlah yang beragam, cara kita menimbang harga – harga yang beragam ini akan berarti penting bagi laju inflasi kesel
Tujuan mengukur tingkat harga keseluruhan dalam perekonomian adalah melakukan perbandingan antara nilai moneter dari masa waktu yang berbeda. Setelah mengetahui bagaimana indeks harga dihitung, indeks tersebut dapat digunakan untuk membandingkan pendapatan dari masa lalu dengan pendapatan saat ini.

Nilai Uang dari Waktu ke Waktu


Misalkan ada seorang pegawai Bank yang bernama Suni yang memiliki upah senilai Rp 200.000 pada tahun 1995 akan dibandingkan dengan upah pegawai Bank yg bernama Ita pada tahun ini (2014) yang sebesar Rp 3.000.000, hal ini secara spontan akan menimbulkan pendapat bahwa penghasilan Ita sebagai pegawai Bank saat ini mempunyai gaji/upah yang sangat besar dan lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan upah Suni pada tahun 1995.
Namun bila diperhitungkan lagi kita mengetahui banyak barang dan jasa yang ada di Indonesia semakin meningkat seiring berjalannya waktu atau disebut inflasi, maka untuk membandingkan dan menghitungnya kita harus mengetahui tingkat harga tahun 1995 dan tingkat harga tahun sekarang 2014. Untuk membandingkan upah Suni tahun 1995 dengan upah Ita tahun 2014 maka kita harus menghitung inflasi upah tahun 1995 untuk mengubah nilai rupiah pada tahun 1995 ke dalam nilai rupiah tahun ini 2014.
Misalkan statistik menunjukkan Indeks Harga Konsumen pada tahun 1995 adalah 8,2 dan tingkat harga pada tahun 2014 ini adalah 90. Maka, dapat dihasilkan tingkat harga keseluruhan naik sebesar  = 10,976. Dari data-data tersebut kita dapat mengukur bagaimana upah Suni pada tahun 2014.
Upah Suni dalam rupiah tahun 2014 = Upah pada tahun 1995 x 
                            = Rp 200.000 x 
                            = Rp 2.195.122
Dengan demikian dapat disimpulakan bahwa upah yang di dapatkan oleh Suni pada tahun 1995 setara dengan upah saat ini Rp 2.195.122. Dengan upah itu masih lebih rendah jika dibandingkan dengan upah yang diperoleh Ita pada tahun ini yaitu sebesar 3.000.000.

Indeksasi


            Ideksasi merupakan penyesuaian otomatis dari jumlah uang yang ada dengan dampak inflasi oleh undang-undang atau kontrak. Biasanya perusahaan menyertakan indeksasi upah yang parsial atau yang lengkap pada indeks harga konsumen. Ketetapan ini disebut sebagai   Tunjangan Biaya Hidup dan secara otomatis meningkatkan upah ketika indeks harga konsumen naik.
            Indeksasi juga merupakan bagian dari berbagai undang-undang, misalnya pension dapat disesuaikan setiap tahun untuk mengkompensasi manula terhadap harga-harga yang naik. Kelompok pajak penghasilan-level penghasilan dimana tariff pajak berubah-juga dapat diindeksasi dengan inflasi.

Suku Bunga Nominal dan Riil


      Suku Bunga Nominal ( Nominal Interest Rate)
Suku Bunga Nominal adalah Suku bunga sebagaimana biasa diberitakan tanpa disesuaikan dengan dampak inflasi.
      Suku Bunga Riil ( Real Interest Rate)
Suku Bunga Riil adalah Suku bunga yang disesuaikan dengan dampak inflasi.
Ketika kita menabung di Bank maka kita akan mendapatkan bunga dari Bank, dan sebaliknya jika kita meminjam uang dari Bank maka kita harus membayar bunga pinjaman kita. Suku bunga selalu melibatkan pembandingan jumlah uang pada masa waktu yang berbeda, dan kita harus mengetahui bagaimana menyesuaikannya dalam dampak inflasi.
Contoh :
Seorang mahasiswa bernama Tono menabung pada Bank ABC sebesar Rp 20.000.000, pada Bank ABC memberikan bunga sebesar 5 % setiap tahunnya. Berarti pada tahun berikutnya Tono memiliki bunga sebesar Rp 1.000.000. Dengan demikian uang yang terkumpul dari tabungan Tono adalah Rp 21.000.000. namun seiring dengan berjalannya waktu, harga pada saat itu juga naik. Meskipun jumlah tabungan Tono lebih banyak karena adanya bunga, namun karena harga naik hal itu akan mengakibatkan daya beli yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun lalu. Apabila laju inflasi sebesar 7 % maka daya beli atau jumlah barang yang dapat dibeli oleh Tono turun sebesar 2 %.
Hubungan antara Suku Bunga Nominal dengan Suku Bunga Riil adalah sbb:
Suku Bunga Riil = Suku Bunga Nominal – Laju Inflasi
  • Suku Bunga Riil adalah perbedaan antara Suku Bunga Nominal dengan Laju Inflasi.
  • Suku bunga nominal menunjukkan seberapa cepat jumlah rupiah di rekening bank kita naik sepanjang waktu.
  • Suku Bunga Riil menunjukkan seberapa cepat daya beli rekening bank kita naik sepanjang waktu.
Kesimpulan


Indeks harga konsumen menunjukkan biaya keranjang barang dan jasa yang berhubungan dengan biaya keranjang yang sama pada tahun basis. Indeks ini digunakan untuk mengukur keseluruhan tingkat harga dalam perekonomian. Perubahan persentase pada indeks harga konsumen mengukur laju inflasi harga konsumen mengukur laju inflasi.

Indeks harga konsumen adalah ukuran tidak sempurna dari biaya hidup nerdasarkan tiga alas an. Pertama, indeks ini tidak menjelaskan kesanggupan konsumen untuk beralih pada barang – barang yang menjadi relative lebih murah sepanjang waktu. Kedua, indeks ini tidak menjelaskan kenaikan pada daya beli uang karena adanya pengenalan barang – barang baru. Ketiga, indeks ini mengabaikan perubahan yang tidak terukur pada kualitas barang dan jasa . Akibat permasalah – permasalahan pengukuran ini, indeks harga konsumen melebihkan angka inflasi yang sebenarnya.

Selasa, 01 Mei 2018

Konsep Elastisitas

A.  Pengertian Elastisitas


Teori permintaan dan penawaran dapat digunakan untuk menjawab banyak sekali pertanyaan praktis. Apabila pajak baru dikenakan terhadap bahan bakar minyak, apakah para pengemudi memikul beban pajak itu ataukah dibebankan pada perusahaan- perusahaan minyak? Apakah peningkatan upah minimum membantu para buruh atau merugikan  mereka?  Apabila  sebuah  maskapai  penerbangan  menurunkan  harga tiketnya, apakah jumlah penumpang akan meningkat sedemikian banyak sehingga penghasilan benar- benar meningkat?
Supaya penawaran dan permintaan menjadi sebuah alat yang benar-benar  bermanfaat, perlu mengetahui berapa banyak penawaran dan permintaan akan memberikan tanggapan terhadap perubahan harga? Beberapa pembelian yang peka terhadap perubahan harga contohnya perjalanan liburan, sedangkan yang kurang peka terhadap perubahan harga diantaranya kebutuhan pokok berupa makanan, listrik, gas.
Hubungan kuantitatif antara harga dan kuantitas yang dibeli dianalisis dengan menggunakan

B.  Elastisitas Permintaan

Elastisitas Permintaan adalah perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat dari perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya.
  • Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri disebut elastisitas harga.
  • Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang lain disebut elastisitas silang.
  • Elastisitas yang dikaitkan dengan pendapatan disebut elastisitas pendapatan.
Elastisitas Harga

Elastisitas Harga (Ed) adalah persentase perubahan jumlah permintaan yang disebabkan oleh persentase perubahan harga.


Contoh, Fungsi permintaan:  Qdx = 60 -10Px;  dimana Q = kuantitas; P = harga


Bentuk-bentuk kurva penawaran berkaitan dengan Elastisitas Penawaran :

Contoh aplikasi konsep Elastisitas

a.  Pergeseran beban pajak (tax incidence)
  • Permintaan inelastis, penawaran elastis contoh menaikan pajak mie instant kpd produsen.
  • Permintaan elastis, penawaran inelastis contoh terhadap barang kerajinan cendera mata, menaikan pajak kpd konsumen
b.  Teori Cobweb (sarang laba-laba)
  • Terjadi pada produk pertanian karena berfluktuasi pada musim ke  musim; reaksi terlambat (time lag) dari produsen terhadap harga; undurable goods.

  • Koefisien elastisitas (Angka elastisitas) harga  bernilainegatif.
  • Ed = -2 mempunyai arti permintaan terhadap barang itu naik 200%, bila harga barang turun  100%, ceteris paribus. (dansebaliknya).
  • Angka Ed dapat disebut dalam nilai absolut. Ed = 2, artinya Ed =-2.
  • Semakin besar nilai Ed, semakin elastis permintaannya, sebab perubahan permintaan jauh lebih besar dibanding perubahanharga.
Beberapa kemungkinan tingkat elastisitas permintaan seperti kurva di bawah ini :


Metode pengukuran Koefisien Elastisitas:
  • Elastisitas Titik (point elasticity) titik A  B; B  A
  • Elastisitas Busur (Arc elasticity) busur C D

Mengukur Elastisitas Titik :


Faktor-faktor yang menentukan elastisitas harga:
  • Tingkat substitusi makin sulit mencari substitusi suatu barang, permintaan makin inelastic, contoh: beras inelastis; garam inelastis sempurna.
  • Jumlah pemakai makin banyak pemakai makin inelastic, contoh: beras sebagai makanan pokok orang indonesia.
  • makin besar proporsinya, makin elastic, contoh: garam vs TV
  • Jangka waktu  tergantung barangnya durabel atau nondurabel

Elastisitas Silang

Elastisitas  Silang  adalah  kecenderungan  perubahan  permintaan  suatu  barang tertentu disebabkan terjadi perubahan harga barang lain.

Elastisitas silang dapat menunjukkan hubungan 2 macam barang (komoditi) yang sifatnya;
  • Substitusi, dengan Ec > 0. daging sapi vs daging ayam.
  • Komplementer, dengan Ec < 0. bahan bakar minyak dg mobil
  • Barang yang tidak saling berhubungan (netral)

Elastisitas Pendapatan

Elastisitas Pendapatan adalah kecenderungan perubahan permintaan yang disebabkan oleh perubahan pendapatan masyarakat.
Persamaan:
Misalnya, jika penghasilan konsumen meningkat 10% permintaan barang X meningkat sebesar 15%. Koefisien elastisitas pendapatan terhadap permintaan barang X adalah:
Pada umumnya Barang Normal eI positif; Barang Superior eI positif; Barang Inferior eI negatif

Elastisitas Penawaran

Elastisitas Penawaran adalah kecenderungan perubahan jumlah yang ditawarkan produsen yang disebabkan oleh perubahan harga barang. Secara prinsip; pengukuran ratio perubahan yang terjadi dalam elastisitas penawaran akan sama dengan metode pengukuran dalam elastisitas permintaan.
Metode pengukuran: Elastisitas Titik dan Elastisitas Busur.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Elastisitas Penawaran;
  • Tingkat Subtitubilitas dengan produk lain.
  • Perubahan harga input.
  • Pertumbuhan modal perusahaan.
  • Kebijakan pemerintah pada perekonomian.
  • Persaingan.
  • Pertumbuhan pangsa pasar potensial.

    Bentuk-bentuk kurva penawaran berkaitan dengan elastisitas penawaran:

Contoh aplikasi konsep Elastisitas

  • Pergeseran beban pajak (tax incidence)
    • Permintaan inelastis, penawaran elastis contoh menaikan pajak mie instant kpd produsen.
    • Permintaan elastis, penawaran inelastis contoh terhadap barang kerajinan cendera mata, menaikan pajak kpd konsumen.
  • Teori Cobweb (sarang laba-laba)
    • Terjadi pada produk pertanian karena berfluktuasi pada musim ke  musim; reaksi terlambat (time lag) dari produsen terhadap harga; undurable goods.

Senin, 30 April 2018

Peranan Pemerintah Dalam Bidang Ilmu Ekonomi

A.  Pendahuluan

Terdapat tiga pertanyaan penting dalam perekonomian:
  1. Keluaran apa dan jumlah berapa yang perlu diproduksi?
  2. Bagaimanacara memproduksinya, yaitu teknik apa utk mengkombinasikan berbagai faktor produksi menjadi keluaran tertentu?
  3. Untuk siapa keluaran tsb dibuat dan bagaimana cara mendistribusikannya?

Pertanyaan pertama berkaitan dengan masalah Permintaan yaitu permintaan masyarakat Pertanyaan kedua berkaitan dengan Penawaran yaitu sektor produksi
Sistem Pasar yang mengandalkan konsep permintaan dan penawaran untuk menyelesaikan 3 masalah ekonomi digambarkan sebagai berikut :


B.  Pasar dan Peran Pemerintah

Pasar
  • Pengertian umum: Merupakan tempat para pembeli dan penjual berinteraksi menentukan harga dan mengadakan pertukaran barang dan jasa.
  • Pengertian modern: Adalah sebuah mekanisme yang melaluinya para pembeli dan para penjual berinteraksi untuk menentukan harga dan melakukan pertukaran barang dan jasa.

Harga

  • Harga mengkoordinasikan keputusan-keputusan para produsen dan konsumen dalam sebuahpasar.
  • Harga-harga yang lebih tinggi cenderung mengurangi pembelian konsumen dan mendorong produksi.
  •   Harga-harga yang lebih rendah mendorong konsumsi dan menghambatproduksi.
  •   Harga adalah penyeimbang dari mekanismepasar.

C.   Jenis Sistem Ekonomi

  • Sistem Ekonomi Pasar.
  • Sistem Ekonomi Terpimpin / Terpusat.
  • Sistem Ekonomi Campuran.
Sistem Ekonomi Pasar: Keputusan untuk menetapkan produk yang dibuat, berapa banyak, dan bagaimana mendistribusikannya ditetapkan oleh pasar itu sendiri. Jadi mekanisme pasar, penawaran, dan permintaan terhadap setiap hal yang diperdagangkan tergantung pada kebutuhan masing-masing pihak yang melakukan transaksi.
Sistem Ekonomi Terpimpin/Terpusat: Segala sesuatu yang diproduksi, baik jumlah maupun kualitasnya, serta distribusinya diatur oleh pemerintah pusat.
Sistem Ekonomi Campuran: Pemerintah ikut campur dalam pengaturan beberapa hal- berfungsi sbg regulator, memastikan para pelaku ekonomi berperilaku sehat, bersaing dengan baik, sehingga faktor produksi dimanfaatkan seoptimum dan seproduktif mungkin.

D.  Peran Pemerintah

Kenapa Peran Pemerintah Diperlukan? Karena terjadinya Kegagalan Ekonomi Pasar:
  • Inefisiensi : monopoli, eksternalitas (side effect), barang publik.
  • Ketidakadilan : ketidak adilan yang tidak dapat diterima menyangkut pendapatan dan kekayaan.
  • Masalah makroekonomi : siklus bisnis (inflasi dan pengangguran), pertumbuhan ekonomi yang lamban.
Untuk menanggulangi masalah tersebut pemerintah berkewajiban :
  • Mengurangi Inefisiensi
    • Pemerintah berkepentingan untuk membuat undang-undang anti monopoli di Indonesia ada KPPU
    • Menetapkan berbagai perundangan, misal berkaitan dengan polusi, pencemaran lingkungan, fasilitas kesehatan masyarakat, dsb.
    • Peran pemerintah juga sangat diperlukan; bisa dengan cara subsidi kepada produsen atau konsumen
  • Menghindari Ketidakadilan
    • Pemerintah dituntut aktif untuk mengupayakan bukan saja pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga pemerataannya.
  • Solusi Masalah makroekonomi
    • Pemerintah dituntut secara aktif turun tangan pada saat ekonomi mengalami stagnasi, bahkan depresi, turun tangan sebagai pelaku ekonomi, bila sudah normal kembali sebagai regulator.
    • Pemerintah dapat menggunakan kebijakan fiskal (pajak, dan pembelanjaannya),  serta kebijakan moneter (suku bunga dan syarat-syarat kredit).
Peran nyata pemerintah dalam perekonomian
  • Menyediakan sarana/prasarana yang tidak dapat dilakukan oleh swasta (mis: aparat keamanan)
  • Side effect, meminimalkan hal-hal buruk dan memaksimalkan yang baik.
  • Memberikan pedoman/arahan (wajib belajar, KB, obat terlarang, dll)
  • Menolong yang lemah dan miskin
  • Pemerintahan yang stabil
  • Kondisi Pemerintahan yang stabil:
  • Hanya dapat dicapai bila kondisi ekonomi juga stabil/membaik; tetapi yang lebih penting adalah kalau adil.
  • Tingkat pengangguran minimum (lapangan pekerjaan terpenuhi)
  • Kebutuhan masyarakat terpenuhi, didorong agar tidak hedonisme
  • Inflasi rendah (dibawah 5%/tahun)
E.   Sumber Penerimaan Negara

Sumber Penerimaan Negara terdiri dari Pajak dan Bukan Pajak
  • Penerimaan Pajak :
    • Pajak dalam negeri
    • Pajak perdagangan internasional
  • Penerimaan negara bukan pajak :
    • Penerimaan sumber daya alam
    • Bagian laba BUMN
    • Penerimaan negara bukan pajak lainnya
Pajak dalam negeri :
  • Pajak Penghasilan (PPh)
  • Pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan Pajak penjualan atas barang mewah (PPN/PPnBM)
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
  • Cukai , dan Pajak lainnya.
Pajak Perdagangan Internasional :
  • Bea masuk
  • Pajak/pungutan ekspor
Penerimaan Sumber Daya Alam
  • Minyak bumi
  • Gas alam
  • Pertambangan umum
  • Kehutanan dan perikanan
Penerimaan negara bukan pajak:
  • Pendapatan penjualan, sewa, jasa, kejaksaan dan peradilan, pendidikan, dan lain-lain
Beberapa prinsip dasar pajak
  • Netralitas (obyektivitas)
  • Nonnetralitas
  • Simplicity (sederhana)
  • Equity (keadilan)
Netralitas (obyektivitas) misalnya perhitungan pajak STNK berdasarkan CC dan tahun pembuatan, bukan atas warna atau merek.
Nonnetralitas untuk mengarahkan hal-hal yang baik, misalnya pajak tinggi untuk industri berpolutan tinggi, pajak rokok tinggi, agar keinginan merokok turun.
Simplicity (sederhana), cara perhitungan, kolom pengisian pajak, hendaknya mudah dan  jelas
Equity (keadilan), untuk pemerataan, fasilitas umum, yang dapat dinikmati bersama-sama
Contoh pajak
  • PBB, Pajak Bumi dan Bangunan
  • PPH, Pajak Penghasilan, Badan dan Perorangan
  • PKB, Pajak Kendaraan Bermotor
  • PPN, Pajak Pertambahan Nilai, (di Restoran)
  • Pajak Pembeli dan Penjual untuk jual beli tanah

Selasa, 27 Maret 2018

Konsumen, Produsen, dan Efisiensi Pasar

A.  Surplus Konsumen
  • Surplus Konsumen adalah kesediaan konsumen membayar dikurangi jumlah yang sebenarnya dibayarkankonsumen.
  • Kesediaan membayar(willingness to pay) merupakan jumlah maksimum yang mau dibayar oleh konsumen untuk memperoleh suatu barang.
Contoh: Mengukur Surplus Konsumen untuk salah satu produk/jasa tertentu.

Calon pembeli
Kesediaanmembayar
AbdulRp 100.000
BeniRp 80.000
CharlesRp 70.000
DeviRp 50.000

 
            (a)                                      (b)
  • Pada panel (a) harga barangnya Rp 80rb, maka surplus konsumennya Rp20rb
  • Pada panel (b), harga barangnya Rp70rb, surplus konsumennya Rp40rb.
Bagaimana harga yang lebih rendah meningkatkan surplus konsumen, bisa dianalisis dengan kurva di bawah ini :


B.  Surplus Produsen

Surplus Produsen: jumlah pembayaran yang diterima penjual dikurangi biaya yang dipikulnya.
  • Biaya(Cost) : Nilai segala sesuatu yang harus dikorbankan penjual dalam memproduksi sesuatu barang.  Contoh Mengukur Surplus Produsen :
Calon Penjual          Biaya
SoniRp 900.000
EddyRp 800.000
LennyRp 600.000
LatifRp 500.000


  • Pada panel (a) bila harga produknyaRp 600rb, maka surplus produsennya Rp100rb.
  • Sedangkan pada panel (b) dimana harga produknyaRp800rb-an, maka surplus produsennya Rp 500rb.
Bagaimana harga yang lebih tinggi meningkatkan surplus produsen dapat dijelaskan dengan kurva berikut ini :



C.  Efisiensi Pasar


Efisiensi adalah kondisi ketika suatu alokasi sumber daya dapat memaksimalkan surplus total yang diterima oleh setiap anggota masyarakat.
Surplus konsumen dan surplus produsen adalah perangkat dasar yang digunakan para ekonom untuk mempelajari kesejahteraan ekonomis para penjual dan pembeli di sebuah pasar Efisiensi Pasar
  • Surplus konsumen = Nilai barang bagi pembeli – harga yang dibayarkanpembeli.
  • Surplus produsen = Harga yang diterima penjual – Biaya produksi yang dipikulpenjual.
  • Surplus total= (Nilai barang bagi pembeli – Harga yang dibayarkan pembeli) + (Harga yang      penjual – Biaya produksi yang dipikul penjual).
  • Surplus total=  Nilai barang bagi pembeli – Biaya produksi yang dipikul penjual.

Evaluasi Ekuilibrium Pasar



  • Surplus konsumen dan surplus produsen pada ekuilibrium pasar.
  • Ekuilibrium pasar akan memaksimalkan seluruh surplus produsen dan surplus  konsumen menunjukkan terjadi Efisiensi Kuantitas Ekuilibrium

Rabu, 21 Februari 2018

Prilaku Konsumen, Produsen, dan Konsep Biaya Produksi

A. Perilaku Konsumen

1.  Pengertian-Pengertian dan Asumsi Dasar.
  • Barang   (Commodities)diasumsikan    yang    mempunyai      sifat     makin  banyak dikonsumsi makin besar manfaat yang diperoleh (good).
  • Utilitas (Utility) manfaat yang diperoleh karena mengkonsumsi barang.
    • Total Utility (TU) manfaat total yang diperoleh
    • Marginal Utility(MU) tambahan manfaat yang diperoleh karena menambah konsumsi sebanyak satu unit barang.
  • Hukum Penambahan Manfaat yang makin menurun (The law of diminishing Marginal Utility) kenapa harga air lebih murah d/p berlian. Hukum ini dinamakan juga Hukum Gossen.
  • Konsistensi preferensi (Transitivity)
    • Prefer: lebih suka barang X d/p Y
    • Konsistensi preferensi: bila X lebih disukai d/p Y, dan Y lebih disukai dari Z; maka barang X   lebih disukai d/p Z.
    • Indifference: X dan Y sama-sama disukai
  • Perfect knowledge konsumen diasumsikan memiliki pengetahuan yang sempurna berkaitan dengan keputusan konsumsinya.
2.  Teori Kardinal
  • Kegunaan dapat dihitung secara nominal disebut util.
  • Keputusan mengkonsumsi berdasarkan perbandingan harga dengan manfaat yang diperoleh.
  • Total Utility merupakan kegunaan yang diperoleh dari konsumsi, dan Marginal Utility adalah     tambahan kegunaan karena tambahan konsumsi 1 unit.
  • Total uang yang dikeluarkan adalah jumlah unit dikali harga satuan.
  • Kepuasan maksimum terjadi saat  MUx = Px.
Contoh:  Utilitas Total dan Utilitas Marginal dari mengkonsumsi Baju.


3.  Teori Ordinal
  • Kegunaan tidak dapat dihitung dan hanya dapat dibandingkan.
  • Analisis menggunakan kurva indiferensi dan budget line
Kurva Indiferensi: adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi dari 2 macam  barang yang memberi kepuasan yang sama kepada seorang konsumen. Dengan asumsi:
  • Konsumen mempunyai preferensi terhadap barang yang dinyatakan dalam peta indiferensi.
  • Konsumen memiliki uang.
  • Konsumen berusaha memaksimumkan kepuasan.

Sifat  kurva Indiferensi:

  1. Semakin jauh kurva indiferensi dari titik origin, semakin tinggi tingkat kepuasannya.
  2. Cembung ke titik origin.
  3. Turun dari kiri atas ke kanan bawah dan Tidak saling memotong.

Kurva Garis Anggaran : adalah kurva yang menunjukkan kombinasi 2 macam barang yang dapat diperoleh dengan pendapatan yang sama. Perubahan harga dan pendapatan akan mempengaruhi daya beli konsumen
Keseimbangan Konsumen terjadi pada saat kurva garis anggaran bersinggungan dengan kurva indiferensi. Atau kepuasan tertinggi yang dapat dijangkau dengan pendapatan tertentu.

Reaksi terhadap perubahan harga barang

  • Price-Consumption Curve (PCC);
  • Demand Curve.
  • Permintaan Individu dan permintaan pasar.

Reaksi terhadap perubahan Pendapatan Nominal:

  • Income Consumption Curve (ICC);
  • Engel Curve;

Efek Substitusi dan efek Pendapatan

Jika harga suatu barang turun akan mengakibatkan 2 hal:
  1. Konsumen cenderung akan menambah pembeliaan barang yang harganya murah dan mengurangi barang yang harganya mahal (Efeksubstitusi)
  2. Pendapatan nyata   berubah  menyebabkan  jumlah permintaan  berubah(efek pendapatan) Efek substitusi selalu mempunyai hubungan yang terbalik dengan perubahan harga.
    Sedangkan efek pendapatan memiliki kemungkinan:
  3. kenaikan pendapatan nyata menaikkan permintaan (+) Barang Normal
  4. kenaikan pendapatan nyata menurunkan permintaan (-) Barang Inferior
B.   Perilaku Produsen
  • Model Produksi dengan satu faktor produksi variabel
    • Produksi Total
    • Produksi marjinal
    • Produksi rata-rata
    • Tiga tahap produksi
    • Model Produksi dengan dua faktor produksi variabel
    • Isokuan
    • Isocost (Kurva anggaran Produksi)
    • Pola jalur ekspansi

Skema Proses Produksi
Produksi merupakan konsep arus (flow concept), bahwa kegiatan produksi diukur dari  jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.
Tujuan Perusahaan
  • Maksimisasi Sumberdaya (Tenaga Kerja)
  • Maksimisasi Output (Penjualan)
  • Maksimisasi Growth (Pertumbuhan)
  • Kategori Kegiatan Produksi:
  • Produksi sesuai pesanan (custom-order production)
  • Produksi massal yang kaku (rigid mass production)
  • Produksi massal yang fleksibel (flexible mass production
  • Proses atau aliran produksi (process or flow production)
Model Produksi dengan satu faktor produksi variable
  • Fungsi Produksi Total (Total Product): TP
    • TP ↔ Q = f(L, K);  L = tenaga kerja; K = Modal
  • Produksi rata-rata (Average Product): AP
    • APL = TP/L  atau  APK  = TP/K
  • Produksi Marjinal (Marginal Product): MP
    • MPL = ∆TP/∆L atau MPK = ∆TP/∆K
Contoh Tabel Skedul Fungsi Produksi (Angka Hipotesis)


The Law of Diminishing Return

Hukum yang menyatakan berkurangnya tambahan output dari penambahan satu unit input variabel, terjadi pada saat output telah mencapai maksimum.
  • Asumsi yangberlaku :
  1. Hanya ada satu unit input variabel, input yang lain tetap.
  2. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi tidak berubah.
  3. Sifat koefisien produksi adalah berubah-ubah.
Kurva TP, AP, dan MP pada tahap-tahap Proses Produksi


Model Produksi dengan dua faktor produksi variable

Kurva Isoquant: adalah Kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi input yang menghasilkan tingkat output yang sama.



Berbagai kemungkinan kombinasi input pada kurva Isoquant


Marjinal Rate of Technical Substitution (MRTS)

  • Jumlah input L yang dapat disubstitusikan terhadap input K agar tingkat output yang dihasilkan tidakberubah.
  • Menunjukkan tingkat penggantian marjinal yang semakin kecil sepanjang pergerakan ke bawah kurvaisoquant.


Kendala Anggaran Produsen (Kurva Isocost)


Isocost adalah anggaran tertinggi yang mampu disediakan produsen untuk membeli input yang digunakan dalam proses produksi dihubungkan dengan harga input.
PKK + PLL ≤ C



Kurva Isocost terhadap Perubahan Harga Input dan Perubahan Pendapatan



Berbagai kombinasi input dengan biaya terendah



Kombinasi  Input  Variabel biaya   terendah (Least   Cost  Combination) terjadi  pada  titik singgung antara kurva isoquant dengan kurva isocost.



Secara matematis: MRTSLK = - MPL/MPK
Kondisi penggunaan input variabel yang dapat meminimumkan biaya:
MRTSLK = - MPL/MP= dK/dL

 

C. Konsep Biaya Produksi

Konsep Biaya Explisit dan Implisit
  • Biaya eksplisit = biaya yang terlihat jelas seperti pada laporan keuangan.
  • Biaya implisit = biaya kesempatan (opportunity cost)

Produksi, Produktivitas dan Biaya

Tingkat produksi berkaitan dengan tingkat produktivitas faktor-faktor produksi yang digunakan. Produktivitas yang tinggi menyebabkan tingkat produksi yang sama dapat dicapai dengan biaya yang lebih rendah.
Konsep Biaya Produksi Jangka Pendek
  • Biaya Total (Total Cost) merupakan jumlah dari biaya tetap dan biayavariabel.
  • Biaya Tetap (Fixed Cost) adalah biaya yang besarnya tidak tergantung dari jumlah produksi (misal: biaya modal, gaji, sewa gedung, dll)
  • Biaya Variabel (Variable Cost) adalah biaya yang besarnya tergantung dari tingkat produksi (misal: biaya bahan baku, upah buruh,dll)
Total Cost     = Fixed Cost + Total Variable Cost
             TC   = FC + TVC



Kurva Biaya Total, Biaya Tetap dan Biaya Variabel.
  • Biaya Rata-rata (Average Cost)
AC       =   AFC + AVC
TC/Q    =  FC/Q + TVC/Q
  • Biaya Marginal (Marginal Cost)
       MC      = dTC/dQ.

 Hubungan kurva-kurva Biaya



Biaya Produksi Jangka Panjang (Longrun Cost)

Dalam jangka panjang semua biaya adalah variabel.
         LTC   = LVC
         LMC = dLTC/dQ
         LAC  = LTC/Q
Kurva Biaya rata-rata jangka panjang:Teorema Amplop (Envelope Theorem)
  • SAC1 = kurva biaya rata-rata jangka pendek pada skala kecil.
  • SAC2 = kurva biaya rata-rata jangka pendek pada skala menengah.
  • SAC3 = kurva biaya rata-rata jangka pendek pada skala besar.


Kurva Biaya Marjinal Jangka Panjang (LMC)



Skala Produksi Ekonomis dan Tidak Ekonomis


Memaksimumkan Laba

Pendapatan (Revenue)
  • TR = Total Revenue =(Price x Quantity)
  • MR = Marginal Revenue (tambahan penerimaan akibat bertambahnya penjualan 1 unit) atau (turunan pertama dariTR).
  • AR = Average Revenue (rata-rata pendapatan)  =TR/Q

Titik Impas (BEP)



Jika biaya variabel per unit adalah v, maka VC = v.Q

Profit = PQ – ( FC+vQ )

Pada Quantity = Q*
Profit = PQ*-(FC+vQ*)
BEP tercapai pada saat profit=0
Maka:  Q* = FC/(P-v)

Total Revenue, Marginal Revenue, Average Revenue

Operasi dan Produktivitas

Apa itu Manajemen Operasi : Produksi – Penciptaan barang dan jasa Manajemen operasi (operation management – OM) - Aktivitas yang berhubu...